Senin, 16 Desember 2013

Untuk Merekalah, Kami Hadir

Kami tahu apa yang kami lakukan. Inilah Pilihan kami. Cinta dan Pengorbanan yang mendasari. Kami hadir untuk kalian. Inilah mereka anak-anak SMP Urumb, penerus bangsa! Masa depan bangsa ini, ada di tangan mereka. Maka siapkanlah mereka, didiklah mereka! Agar mereka menjadi penerus bangsa yang cerdas.









Minggu, 15 Desember 2013

Remaja dan AIDS

“remaja masa depan bangsa
Remaja yang cerdas & unggul ” 
                                                                                                                  
Jaga diri dari perilaku beresiko HIV                                      AIDS



Masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak dan remaja saat ini. Merekalah yang akan menentukan nasib bangsa ini di masa yang akan datang. Remaja mampu mengubah nasib bangsa ini. Oleh karena itu, anak-anak maupun remaja harus benar-benar disiapkan agar menjadi penerus yang cerdas dan unggul.
Remaja perlu disiapkan baik dari segi pendidikan, moral, maupun ketrampilan. Timbul suatu keprihatinan besar ketika sebagian besar remaja saat ini tak seperti yang diharapkan.
KabarNet (27/02/2013) memberitakan hasil survei yag diselenggarakan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS-PA) mengungkapkan bahwa sebanyak 62,7 Persen siswa SMP sudah pernah melakukan  hubungan seks di luar nikah, alias tidak perawan! Sementara 21,2 persen dari para siswi SMP tersebut mengaku pernah melakukan aborsi ilegal.
 
.
Dari survei yang diselenggarakan KOMNAS-PA tersebut terungkap bahwa tren perilaku seks bebas pada remaja Indonesia tersebar secara merata di seluruh kota dan desa, dan terjadi pada berbagai golongan status ekonomi dan sosial, baik kaya maupun miskin. Selain itu, KOMNAS-PA juga melaporkan bahwa 97% remaja SMP dan SMA mengaku pernah menonton film porno, dan 93,7% dari para remaja itu mengaku pernah melakukan berbagai macam adegan intim tanpa penetrasi.
Perilaku diatas tidak dapat dipungkiri juga terjadi di kota tercinta kita, Kota Merauke. Apa yang dilakukan remaja-remaja kita di depan-depan toko pada jam malam, di bandara, di pantai Lampu Satu, atau bahkan di rumah-rumah kos? Seks bebas bahkan narkoba adalah hal yang sudah tidak lagi mengherankan.  
SUNGGUH MENGERIKAN!! Tentu para orang tua akan sangat miris membaca dengan detail data yang diberikan KOMNAS-PA di atas. Adalah sebuah realita yang terjadi. Jika remaja kita seperti ini, kepada siapa masa depan bangsa diberikan?? Timbul berbagai pertanyaan besar, Mengapa bisa seperti ini? Siapa yang bertanggungjawab atas semua ini? Bagaimana menanggulanginya? Satu hal yang pasti, ini tanggung jawab kita bersama.
Mari kita jaga remaja kita, penerus bangsa ini! Ini tanggung jawab kita bersama. Hai, remaja Indonesia, remaja Merauke, remaja Marind . Jaga dirimu! Siapkan dirimu! Tugas berat menanti kalian! Jadilah yang terbaik, demi kejayaan bangsa ini, demi jaya kota kita, Kota Merauke, demi jaya Tanah Marind.   

Sabtu, 09 November 2013

Peta Konsep dan Soal Matematika

Peta Konsep merupakan ringkasan materi yang akan dipelajari. Hal ini dapat mempermudah siswa untuk mempelajari konsep-konsep pelajaran.
Berikut beberapa materi yang kami sajikan dalam bentuk peta konsep.

Peta Konsep Bangun Datar

Peta Konsep Bangun Ruang Sisi Lengkung

Peta Konsep Lingkaran


Berikut kami sajikan kumpulan soal-soal matematika.

Kubus dan Balok

Bangun Datar



Senin, 04 November 2013

Koleksi Foto Lomba Tarik Tambang dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda

Aku Terjatuh

Waduh . . .

Menarik atau Menenpel?

Yeah . . .

Come On Girls !

Hai bu!

Ada Pak Tri!

Ada Bu yani juga . . .

Sabtu, 02 November 2013

Profesionalisme Guru

Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid, baik secara individual maupun secara klasikal, baik di sekolah maupun di luar sekolah . Sedangkan , menurut para ahli, profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannya. Maister (1997) mengemukakan bahwa profesionalisme guru bukan sekadar pengetahuan teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan.
Memperhatikan kualitas guru di Indonesia memang jauh berbeda dengan dengan guru-guru yang ada di Amerika Serikat atau Inggris. Di Amerika Serikat pengembangan profesional guru harus memenuhi standar sebagaimana yang dikemukakan Stiles dan Horsley (1998) dan NRC (1996) bahwa ada empat standar standar pengembangan profesi guru yaitu; 
  1. Standar pengembangan profesi A adalah pengembangan profesi untuk para guru sains memerlukan pembelajaran isi sains yang diperlukan melalui perspektif-perspektif dan metode-metode inquiri. Para guru dalam sketsa ini melalui sebuah proses observasi fenomena alam, membuat penjelasan-penjelasan dan menguji penjelasan-penjelasan tersebut berdasarkan fenomena alam;
  2. Standar pengembangan profesi B adalah pengembangan profesi untuk guru sains memerlukan pengintegrasian pengetahuan sains, pembelajaran, pendidikan, dan siswa, juga menerapkan pengetahuan tersebut ke pengajaran sains. Pada guru yang efektif tidak hanya tahu sains namun mereka juga tahu bagaimana mengajarkannya. Guru yang efektif dapat memahami bagaimana siswa mempelajari konsep-konsep yang penting, konsep-konsep apa yang mampu dipahami siswa pada tahap-tahap pengembangan, profesi yang berbeda, dan pengalaman, contoh dan representasi apa yang bisa membantu siswa belajar; 
  3. Standar pengembangan profesi C adalah pengembangan profesi untuk para guru sains memerlukan pembentukan pemahaman dan kemampuan untuk pembelajaran sepanjang masa. Guru yang baik biasanya tahu bahwa dengan memilih profesi guru, mereka telah berkomitmen untuk belajar sepanjang masa. Pengetahuan baru selalu dihasilkan sehingga guru berkesempatan terus untuk belajar; 
  4. Standar pengembangan profesi D adalah program-program profesi untuk guru sains harus koheren (berkaitan) dan terpadu. Standar ini dimaksudkan untuk menangkal kecenderungan kesempatan-kesempatan pengembangan profesi terfragmentasi dan tidak berkelanjutan.
Jika guru di Indonesia telah memenui standar profesinalisme guru , hal ini akan berpengaruh pada kualitas pendidikan di Indonesia , yang tentu saja akan meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia. Berikut adalah kriteria profesionalisme seorang guru :
  1. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya, 
  2. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa, 
  3. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi, 
  4. Guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya, 
  5. Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. 
Untuk membangun profesionalisme guru Indonesia yang profesional dipersyaratkan mempunyai;
  1. dasar ilmu yang kuat sebagai pengejawantahan terhadap masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan di abad 21; 
  2. penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praksis pendidikan yaitu ilmu pendidikan sebagai ilmu praksis bukan hanya merupakan konsep-konsep belaka. Pendidikan merupakan proses yang terjadi di lapangan dan bersifat ilmiah, serta riset pendidikan hendaknya diarahkan pada praksis pendidikan masyarakat Indonesia; 
  3. pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan, profesi guru merupakan profesi yang berkembang terus menerus dan berkesinambungan antara LPTK dengan praktek pendidikan. Kekerdilan profesi guru dan ilmu pendidikan disebabkan terputusnya program pre-service dan in-service karena pertimbangan birokratis yang kaku atau manajemen pendidikan yang lemah. 
Dengan adanya persyaratan profesionalisme guru ini, perlu adanya paradigma baru untuk melahirkan profil guru Indonesia yang profesional di abad 21 yaitu;
  1. memiliki kepribadian yang matang dan berkembang; 
  2. penguasaan ilmu yang kuat; 
  3. keterampilan untuk membangkitkan peserta didik kepada sains dan teknologi; dan 
  4. pengembangan profesi secara berkesinambungan. 
Keempat aspek tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dan ditambah dengan usaha lain yang ikut mempengaruhi perkembangan profesi guru yang profesional.
Pengembangan profesionalisme guru menjadi perhatian secara global, karena guru memiliki tugas dan peran bukan hanya memberikan informasi-informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga membentuk sikap dan jiwa yang mampu bertahan dalam era hiperkompetisi. Tugas guru adalah membantu peserta didik agar mampu melakukan adaptasi terhadap berbagai tantangan kehidupan serta desakan yang berkembang dalam dirinya. Pemberdayaan peserta didik ini meliputi aspek-aspek kepribadian terutama aspek intelektual, sosial, emosional, dan keterampilan.
Tugas mulia itu menjadi berat karena bukan saja guru harus mempersiapkan generasi muda memasuki abad pengetahuan, melainkan harus mempersiapkan diri agar tetap eksis, baik sebagai individu maupun sebagai profesional.
Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Profesionalisme Guru dalam pendidikan nasional disebabkan oleh antara lain;
  1. masih banyak guru yang tidak menekuni profesinya secara utuh. Hal ini disebabkan oleh banyak guru yang bekerja di luar jam kerjanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga waktu untuk membaca dan menulis untuk meningkatkan diri tidak ada; 
  2. belum adanya standar profesional guru sebagaimana tuntutan di negara-negara maju; 
  3. kemungkinan disebabkan oleh adanya perguruan tinggi swasta sebagai pencetak guru yang lulusannya asal jadi tanpa mempehitungkan outputnya kelak di lapangan sehingga menyebabkan banyak guru yang tidak patuh terhadap etika profesi keguruan; 
Disamping itu ada lima penyebab rendahnya profesionalisme guru;
  1. masih banyak guru yang tidak menekuni profesinya secara total, 
  2. rentan dan rendahnya kepatuhan guru terhadap norma dan etika profesi keguruan, 
  3. pengakuan terhadap ilmu pendidikan dan keguruan masih setengah hati dari pengambilan kebijakan dan pihak-pihak terlibat. Hal ini terbukti dari masih belum mantapnya kelembagaan pencetak tenaga keguruan dan kependidikan, 
  4. masih belum smooth-nya perbedaan pendapat tentang proporsi materi ajar yang diberikan kepada calon guru, 
  5. masih belum berfungsi PGRI sebagai organisasi profesi yang berupaya secara maksimal meningkatkan profesionalisme anggotanya. Kecenderungan PGRI bersifat politis memang tidak bisa disalahkan, terutama untuk menjadi pressure group agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Namun demikian di masa mendatang PGRI sepantasnya mulai mengupayakan profesionalisme guru sebagai anggo-tanya. 
Dengan melihat adanya faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya profesionalisme guru, pemerintah berupaya untuk mencari alternatif untuk meningkatkan profesi guru.
Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru , Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan kualifikasi dan persyaratan jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi tenaga pengajar mulai tingkat persekolahan sampai perguruan tinggi. Program penyetaaan Diploma II bagi guru-guru SD, Diploma III bagi guru-guru SLTP dan Strata I (sarjana) bagi guru-guru SLTA. Meskipun demikian penyetaraan ini tidak bermakna banyak, kalau guru tersebut secara entropi kurang memiliki daya untuk melakukan perubahan. Selain diadakannya penyetaraan guru-guru, upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi dan kegiatan – kegiatan untuk meningkatkan profesionalisme guru, misalnya PKG , KKG dan MGMP yang memungkinkan para guru untuk berbagi pengalaman dalam memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam kegiatan mengajarnya .
Pengembangan profesionalisme guru harus dipandang sebagai proses yang terus menerus. Dalam proses ini, pendidikan prajabatan, pendidikan dalam jabatan termasuk penataran, pembinaan dari organisasi profesi dan tempat kerja, penghargaan masyarakat terhadap profesi keguruan, penegakan kode etik profesi, sertifikasi, peningkatan kualitas calon guru, imbalan, dll secara bersama-sama menentukan pengembangan profesionalisme seseorang termasuk guru.
Dengan demikian usaha meningkatkan profesionalisme guru merupakan tanggung jawab bersama antara LPTK sebagai penghasil guru, instansi yang membina guru ( Depdiknas ) , PGRI dan masyarakat , pembinaan dari organisasi profesi dan tempat kerja, penghargaan masyarakat terhadap profesi keguruan, penegakan kode etik profesi, sertifikasi, peningkatan kualitas calon guru, imbalan, dll secara bersama-sama menentukan pengembangan profesionalisme seseorang termasuk guru

Jumat, 01 November 2013

Jalan Sirapu "Wajah Baru", Semangat Baru

SMP berada di kawasan tiga kampung, yaitu Kampung Urumb, Waninggap Nanggo dan Matara.  Tepatnya di Jalan Asrama Pendidikan di Kampung Urumb Distrik Semangga. Siswa SMP Urumb tidak hanya berasal dari tiga kampung tersebut, tapi juga dari Okaba, Wayau, Onggari bahkan dari Bupul. Hal ini dimungkinkan dengan adanya asrama pendidikan yang terletak di Kampung Urumb.
Sementara tenaga pengajar SMP Urumb sebagian besar tinggal di Merauke, Kuprik maupun Semangga. Untuk berangkat ke sekolah, guru maupun siswa yang tinggal di daerah Sirapu harus melewati daerah Sirapu yang selama ini cukup terkenal dengan medannya yang berat.
Ya, jalan tidak beraspal yang berlumpur di musim hujan dan berdebu di musim panas. Hampir bertahun-tahun daerah Sirapu terus seperti ini. Hal ini menjadi tantangan bagi para guru yang menurut saya sangat luar biasa. Tidak hanya guru pria bahkan guru wanitanya sangat luar biasa. Ada Bu Tanti, Bu Novi, Bu Yani atau mungkin orangtua kita di SMP Urumb, Bu Suwariyah merupakan sosok-sosok yang hebat. Mereka hadir ke sekolah dengan memacu sepeda motornya dalam jarak yang cukup jauh. Saya salut atas pengabdian mereka.
Saat ini, sejak Oktober 2013. Jalan Sirapu sudah mulus. Semoga ini terus menjadi semangat bagi guru-guru SMP Urumb untuk terus mengabdi bagi anak-anak di Pinggiran Kota Merauke. Terus kumandangkan, Hati . . ., Aksi . . ., Berarti.


Minggu, 20 Oktober 2013

MARS PENDIDIKAN KATANE A ATIN


CIPT                             : J. SUSANTO                                                                                         EDITOR                        : SIGIT .U
INSTRUMEN MUSIK     : BUNG TOMY


MARILAH   KITA  BANGKIT  BERKEMBANG
MEMBANGUN SMP URUMB KEDEPAN
DI TANAH ANIMHA TIGA KAMPUNG
MATARA WANINGGAP NANGGO  URUMB…….WANINGGAP SAI

BELAJAR GEMBIRA,  DENGAN SENANG HATI,ITULAH, SEMBOYAN KITA.
TERWUJUDNYA ,GENERASI PENERUS BANGSA,YANG CERDAS                                 BERKARAKTER KUAT
BERWAWASAN LINGKUNGAN…..DAN MENJUJUNG TINGGI BUDAYA                                   LOKAL.
DATANG TEPAT WAKTU…..PULANG TEPAT WAKTU
ITULAH………      SEMANGAT KITA
                                

AYO KAWAN ……SEMANGAT     ISAKOT BEKAI
KEJARLAH CITA CITAMU..
BELAJAR DENGAN SEKUAT TENAGA
AGAR DAPAT  MAJU …..MEMBANGUN SMP NEGERI URUMB.
MEMBANGUN SMP NEGERI URUMB……
               
SIAPA  LAGI  YANG  AKAN  MEMBANGUN
KALAU BUKAN KITA BERSAMA
BERSAMA KITA…MAMPU   BERSAMA KITA…….. MAJU
PENDIDIKAN KATANE  A ATIN….
                               
VOKAL  BUNG TOMY



Sabtu, 19 Oktober 2013

Visi Misi Sekolah


tut%20putih
VISI MISI SMP NEGERI URUMB
VISI
TERWUJUDNYA GENERASI PENERUS BANGSA YANG CERDAS, BERKARAKTER KUAT,BERWAWASAN KEBANGSAAN, BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN MENJUJUNG TINGGI BUDAYA LOKAL
MISI
1.MEMFASILITASI PESERTA DIDIK DALAM MENGEMBANGKAN INTELEKTUAL ,MINAT ,BAKAT DAN SPIRITUAL SECARA TERPADU
2. MEMBIMBING PESERTA DIDIK DALAM MEMBANGUN KEPRIBADIAN YANG UTUH
3. MEMBIMBING PESERTA DIDIK MENJADI INSAN YANG BERIMAN  DAN BERTAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA
4.MEMBIMBING PESERTA DIDIK MEMILIKI KEPEDULIAN SOSIAL DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN YANG TINGGI

5.MENGUATKAN SEMANGAT  NASIONALISME DENGAN TETAP SELALU MENJUNJUNG TINGGI BUDAYA LOKAL