Minggu, 11 Agustus 2013

Tekat yang Kuat

Mungkin kita setuju bahwa TEKAT dan BAKAT mempengaruhi kesuksesan kita. Namun, kita tak bisa memilih bakat apa yang kita kehendaki. Yang bisa kita lakukan adalah BERTEKAT YANG KUAT. Lagipula, kita tak harus berbakat.
Ibarat sebuah batu yang tak berbakat menjadi tajam pun bisa diasah menjadi kapak, apa yang terjadi dengan besi yang berbakat menjadi tajam bila tak diasah? Hanyalah sebuah besi yang akan berkarat, keropos, dan akhirnya tiada.
Minat. Tekat yang kuat. Yang membuat kita hebat. Kita tak harus dihadiahkan kecerdasan yang sempurna. Yang kita perlu adalah kerja keras untuk berpikir. Bukankah  ini yang membedakan kita dengan ciptaan Tuhan yang lainnya di muka bumi ini.
Tentu kita mengenal George Saa, siswa SMA Buper di Jayapura yang menciptakan Formula Saa di bidang Fisika. Atau mungkin kita mengenal nama Rosa Kanimbot  yang berasal dari Merauke, kota kita, yang mencapai Polandia dengan Astronomi. Agus Pigay yang berada di Jerman karena prestasinya di bidang Biologi, diapun siswa dari Merauke. Satu lagi nama dari Merauke, Ahmad Syaiful, peraih perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang Matematika, beliau menjadi inspirasi kami saat mengikuti olimpiade matematika.  Dan masih banyak lagi nama-nama yang tidak disebutkan.
Mereka adalah inspirasi buat kita. Mereka sama dengan kita. Sama kita dari Papua, bahkan banyak pula nama dari kota kita, Merauke. Adalah suatu kebanggaan bersama, bila muncul nama-nama kita sebagai orang yang berprestasi.
Satu hal yang dapat dipelajari dari mereka adalah TEKAT. Percaya itu!

   

Siswa Baru

Nama :  Antonia Kaize
Kelas :   VII B SMP URUMB

Saya berasal dari Kampung Koa Distrik Anim Ha, sa pu kampung itu jauh dari sini, jauh dari kampung urumb. Sa datang jauh-jauh dari Koa untuk belajar di SMP Urumb. Kita datang jauh-jauh, panas, lumpur, tapi tra apa-apa karena sa mo belajar, sa mo pintar.
Saya ingin sekolah di SMP Urumb karena kita tidak butuh biaya banyak-banyak. Sa dengar ada asrama di urumb, jadi sa pu  kaka antar saya ke asrama. Sa pikir suster dong di asrama tidak bisa terima kita, tapi ternyata suster terima kita baik-baik. Kita tinggal di asrama baik-baik, tidur bagus, makan baik. Kita biasa bantu-bantu suster kerja, kita berdoa.
Sampai sekarang kita tinggal baik-baik di asrama. Abis ikut MOS di sekolah, sekarang kita su belajar di SMP Urumb. Kita pu guru di sini baik-baik. Terimakasih Suster, terimakasih bapa ibu guru. Semoga sa pu cita-cita jadi bidan bisa terwujud.

Nama :  Hermikael L. Lumalessy
Kelas :   VII B SMP URUMB

Selama ikut MOS kita senang, kita bisa ketemu teman banyak. Ada yang Tambat, juga Nasai. Kita ikut MOS selama tiga hari. Saya senang sekolah di sini, saya senang dengan guru-guru di sini yang sudah terima kita. Saya paling senang dengan paguru Sigit.


Cintailah Matematika

Matematika itu susah, membosankan! Hal ini yang mungkin dirasakan oleh sebagian besar siswa dalam pembelajaran matematika. Apakah benar demikian? Menurut saya, tentu “tidak”. Namun, ini mungkin terjadi karena memang saya “mencintai” matematika. Bagaimana dengan siswa yang tidak dan belum mencintai matematika?
Tentu, kecintaan akan membuat kita melakukan segala sesuatu untuk hal yang kita cintai. Demikianpun dalam pembelajaran matematika. Mengingat kecintaan atau mungkin selanjutnya disebut minat sangat mempengaruhi pandangan seseorang terhadap  matematika. Dampak terbesar dari tidak berminatnya siswa adalah prestasi belajar yang rendah.
Lalu, bagaimana memecahkan permasalahan ini? Tentu dengan membangkitkan minat siswa. Kita tentu tidak bisa memaksakan siswa agar berminat pada matematika. Sebagai pendidik kita harus menumbuhkan minat siswa pada matematika.
Untuk menumbuhkan minat tentu dengan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan. Bagaimana menciptakan pembelajaran yang menarik? Dibutuhkan kreatifitas dari guru sebagai pendidik?
Bagaimana caranya? Mari kita pecahkan masalah ini!



Mengajar Matematika

Seorang guru matematika pernah berujar, “Pandangan siswa terhadap anda sebagai seorang guru dimulai dari kesan pada pertemuan pertama”.  Oleh karena itu, kita harus menyiapkan modal untuk membawakan pelajaran.
Yang pertama, tentu saja penampilan, anda harus rapi kalau perlu make up biar tambah .....(namun, sewajarnya mengingat kita bukan model) . Lihat saja, guru-guru bahasa inggris, banyak yang cantik-cantik. Siswa-siswa laki-laki pada nurut. Begitupun dengan guru matematika, mengingat guru sama aja seperti artis yang beraksi di depan kelas. Bagaimana kita akan menjadi pusat perhatian siswa jika males ngeliatnya? Bukan begitu?
Yang kedua adalah sikap, bagaimana guru matematika anda? Seorang bapak-bapak paruh baya, berkumis tebal, berwajah sangar, jarang tersenyum, dan suka marah. Atau mungkin? Bagaimana kriteria ideal yang anda suka? Menurut saya, senyum, ramah, bijaksana, dan benar-benar sebagai panutan. Ini tidak mudah, karena manusia tidak sempurna. Mungkin kita bisa memadukan sebagai orangtua bagi siswa dan juga sebagai teman dalam pembelajaran.
Modal ketiga adalah cara berperilaku. Mungkin seperti ini, suara harus jelas, jangan hanya duduk di meja guru, jangan terlalu banyak mondar-mandir depan papan tulis, jangan membelakangi penonton (siswa), ajak siswa berbicara (jangan ngomong sendiri) bosan yang dengerin.   
Modal utama adalah penguasaan ilmu, syarat MUTLAK!  
Modal terakhir, kreatifitas untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan! Pelajari berbagai trik untuk menciptakan pembelajaran yang meyenangkan. Buat teman-teman yang punya trik-trik tersebut, mari kita berbagi untuk MATEMATIKA. Terimakasih GURUKU!